DR. HM. Givi Efgivia, M.Kom

Caleg DPR RI

Profil Singkat

Dr. H. M. Givi Efgivia, M.Kom sosok pria rendah hati dan low profile lahir dikota Kembang, Bandung tanggal 5 April 1964 lalu. Bapaknya Alm. H. Aviv P Soemadidjaja dan Ibunya Alm Hj Syariah Rahmad, beliau besar di Jakarta dan lama menggeluti bidang pendidikan khususnya Information Technology (IT). Givi adalah anak ketiga dari empat bersaudara Sekolah Dasar SD III Pagi Utankayu Jakarta Timur hingga kelas 5 dan menamatkan Sekolah Dasar di SD Rukun Istri Komplek Kehakiman Utan Kayu Jakarta Timur. Melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 97 Jakarta di Jl. Galur Sari Utan Kayu dan selanjutnya Sekolah SMA 36 Jl. Kompleks Perhubungan Rawamangun Jakarta Timur, tahun 1990 lulus S1 dari STMIK Gunadarma, tahun 1998 lulus S2 dari Jurusan Teknologi Informasi STTB Indonesia. Diusianya yang masih muda, Givi telah menyelesaikan S3 di Universitas Negeri Jakarta UNJ) Bidang pendidikan dan tidak lama lagi akan mendapatkan gelar Prof.

Sebagai sosok yang peduli akan kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, telah direalisasikan dalam bentuk pelatihan life skill gratis sejak tahun 2007 lalu. Seperti misalnya, kursus komputer, kursus desain grafis, kursus AC, kursus sablon, ikan hias dan masih banyak lagi.

Prestasi dibidang pendidikan bagi pria yang selama dua periode menjabat sebagai Ketua di Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Muhammadiyah Jakarta (STMIK-MJ) bisa katakan luar biasa. Sejak tahun 2004 hingga 2009, Givi dipercaya menjadi Ketua I bidang Pendidikan Himpunan Pendidik dan Penguji Seluruh Indonesia (HISPPI). Selain itu, pria yang hobi main golf, tennis dan berenang menjadi ketua Asosiasi Keterampilan di Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (SLB) Direktorat Jenderal Mandikdasmen.

Tidak berlebihan rasanya jika kini Givi ingin turut berkontribusi lebih luas lagi dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan. Sebagai anggota Calon Legislatif (Caleg) DPR-RI Dapil DKI II dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang memungkinkan Givi berkontribusi lebih luas lagi dalam pendidikan.

Konsep Pemberdayaan Masyarakat Melalui IT dan Pemuda

Pemberdayaan masyarakat merupakan konsep yang diusung Givi dalam hidupnya. Givi yang sempat menjadi Master Trainer Komputer di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia dan Jeddah, Mekkah dan Arab Saudi bekerjasama dengan UNESCO dan Depdiknas percaya bahwa dengan memberdayakan masyarakat maka akan meningkatkan kesejahteraan.

Ilmu pengetahuan di bidang Pendidikan dan IT membuatnya tergerak ingin ‘mengabdikan’ diri kepada negara dan masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu. Givi yang sudah bergabung dengan PAN sejak berdirinya partai berlambang matahari terbit ini, juga dipercaya menjadi ketua Badan Sistem Informasi dan Komunikasi (BASIS) Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PAN.

Prestasi pria yang kerap di identikan dengan orang ‘China’ karena memiliki kulit putih dan mata sipit ini sangat beragam. Tapi tentu saja lingkup pendidikan dan IT. Givi yang kerap menjadi Ketua Tim Penguji Perumusan Kurikulum Jurusan Teknik Informatika di kampus STMIK-MJ ini memang memiliki konsep unik dan menarik. Konsep yang nyata dan kongkrit. Bahkan kini, untuk menunjukan keseriusan pengabdian bidang pendidikan dan IT telah dibuka kursus gratis yang sudah berjalan sejak 2007 lalu.

Untuk itu, Givi mengundang masyarakat yang ingin maju dan tergerak ingin meningkatkan potensi diri untuk memperbaiki kesejahteraan melalui life skill atau keterampilan dibuka GRATIS. Tanpa dipungut biaya apapun bahkan mengantongi sertifikat. Terkadang orang pintar saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan keterampilan dan kemampuan lainnya. Pendidikan menjadi tolak ukur maju tidaknya suatu negara. Negara yang maju dan makmur sudah pasti dibarengi oleh pendidikan yang berkualitas.

240 Mahasiswa Norwegia Berangkat Studi ke Bali


Oslo – Mengawali 2009, sebanyak 240 mahasiswa Norwegia dari Gateway College, akan berangkat belajar pra-universitas ke Bali selama 1 semester.
Bidang studi yang akan dipejari antara lain ilmu filosofi, psikologi, komunikasi lintas kebudayaan, psikologi kebudayaan, antropologi sosial, lingkungan sosial, olahraga dan bahasa Indonesia.
“Mereka akan berangkat ke Bali secara bertahap pada 4,5 dan 6 Februari karena studi mereka di Bali dimulai pada 8 Februari 2009,” Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Oslo Mansyur Pangeran kepada detikcom hari ini, Kamis (29/1/2009).
Sebelum mahasiswa Norwegia tersebut berangkat ke Bali, KBRI Oslo menyelenggarakan acara farewell gathering, dihadiri oleh mahasiswa, para dosen dan jajaran operasional Gateway College di Ruang Serbaguna KBRI pada 27/1/2009.
Acara gathering diawali dengan presentasi tentang Indonesia dan Bali, penyuguhan masakan khas Indonesia seperti sate ayam, nasi goreng, bakmi goreng, lumpia Semarang, berbagai kerupuk ikan dan udang, penampilan gamelan yang dimainkan oleh Staf dan Anggota DWP KBRI Oslo dan diakhiri dengan acara ramah-tamah.
Pada kesempatan itu, Mansyur mempresentasikan tentang Indonesia secara umum dan hubungan bilateral Indonesia-Norwegia.

Dikatakan, bahwa dengan jumlah penduduk lebih dari 237 juta, memiliki 17 ribu pulau yang dihuni oleh 300 ragam suku bangsa dan 600 bahasa, berbagai agama dan budaya, serta kekayaan alam melimpah dan keindahan alamnya, Indonesia adalah pilihan tepat bagi mahasiswa asing khususnya dari Norwegia untuk berlajar di sana.

Sementara itu Kari B. Sletnes, dosen filosofi dan psikologi kebudayaan mewakili rektor Gateway College menyampaikan penghargaannya atas upaya yang dilakukan KBRI Oslo dalam meningkatkan hubungan kerjasama dengan Gateway College.

Menurut Sletnes, penyampaian pembekalan konprehensif tentang Indonesia kepada para mahasiswa yang akan studi di Bali tersebut sangat bermanfaat. “KBRI Oslo juga telah banyak membantu memfasilitasi dan mempromosikan pengiriman mahasiswa Norwegia ke Bali,” ujarnya.

Bali Populer

Manager Operasional Gateway College Margareta Svenlund untuk Bali, Paris dan Sydney mengatakan bahwa program studi pra-universitas di Bali paling diminati dibandingkan dengan pengiriman studi di 9 kota lainnya di negara lain. Program ke Bali ini dirintis sejak 1993.

Menurut Svenlund Bali semakin populer bagi masyarakat Norwegia. Selain pengiriman mahasiswa ke Bali, Gateway merencanakan kemungkinan akan membuka program wisata adventure ke Bali dan kota-kota lainnya di Indonesia di masa datang.

Selama di Bali para mahasiswa Norwegia tersebut akan belajar di kampus Yayasan Dwi Nusa Semenda di bawah bimbingan dosen-dosen yang didatangkan dari beberapa universitas di Norwegia, seperti Telemark University College, Sogn og Fjordane University College dan Ålesud University College, serta beberapa dosen lokal dari Universitas Udayana, Bali.

Situasi  kampus yang berlokasi di wilayah Jimbaran dan Kuta yang nyaman, dilengkapi dengan berbagai sarana pendidikan seperti ruang kuliah, perpustakaan, aula, internet center, lapangan olahraga, kolam renang, taman pantai, restoran dan cafe, dan lain-lain mendukung proses pembelajaran. (sumber DetikNews)