Posted on 3 September, 2009 by mamansurahman
Jakarta -Terlalu banyaknya acara humor yang tidak berhubungan langsung dengan bulan Ramadan, membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) prihatin. Padahal pada bulan suci ini harusnya banyak diisi dengan tayangan dakwah yang serius dan bermakna.
“Beliau prihatin dengan berkurangnya dakwah serius yang bermakna. Padahal harusnya lebih banyak acara dakwah,” kata Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah, Abidah Muflihati menirukan ucapan Jusuf Kalla (JK).
Hal itu disampaikan Abidah usai bertemu di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (2/09/ 2009). Nasyiatul Aisyiyah adalah salah satu organisasi otonom Muhammadiyah.
Menurut Abidah, JK bahkan mengkritik banyaknya stasiun-stasiun TV di bulan Ramadan ini malah justru dipenuhi dengan tayangan humor yang tidak punya hubungan langsung dengan bulan Ramadan.
“Malah lebih banyak humor yang tidak mendalam,” jelas Abidah.
Banyaknya tayangan yang kurang mendidik ini, membuat Naisyatul Aisyiyah meminta kepada lembaga yang berwenang agar memasukkan unsur pendidikan dalam tayangan televisi.
“Masyarakat Indonesia adalah masyarakat penonton, makanya perlu sajian yang bermanfaat dan tidak eksplotatif,” tambah Sekertaris Umum Naisyatul Aisyiyah, Widi Maryati.
Nasyiatul Aisyiyah juga memberi saran agar stasiun televisi punya fokus dalam tayangan di bulan Ramadan. “Misalnya Metro TV menayangkan tafsir, RCTI menayangkan fikih, SCTV menayangkan Hadits. Jadi orang ingin ganti channel sesuai kebutuhan,” usul Widi.
Sumber : ( detikRamadan)
DIarsipkan di bawah: Berita | Leave a Comment »
Posted on 28 Agustus, 2009 by mamansurahman
ABSTRAKSI
Alternatif Pengobatan Penyakit Dalam Perspektif Islam.
Mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW, merupakan suatu keharusan bagi umat Islam. Termasuk mewarisi metodologi pengobatan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Pengobatan yang dilakukan Rasulullah menggunakan tiga cara, yaitu melalui Al-Quran. Kedua menggunakan obat-obatan alamiah baik dari tanaman maupun hewan. Dan ketiga adalah menggunakan kombinasi dari kedua metode tersebut. Ketiga cara ini dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan selain pengobatan medis yang sudah ada.
Masyarakat Islam di Indonesia telah mengenal pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan alami dari alam sekitar, pengobatan ini umum dikenal dengan pengobatan herba. Herba adalah segala bahan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang mengandung satu atau beberapa zat aktif yang dapat digunakan untuk tujuan pengobatan.
Pada zaman dahulu masyarakat menggunakan herba sebagai obat melalui cara yang masih tradisional yaitu dengan menggunakan ciri-ciri fisik yang ada pada herba yang bersangkutan seperti warna, bentuk dan rasanya dihubungkan dengan penyakit tertentu. Keahlian masyarakat dalam menggunakan obat yang berasal dari herba sudah menjadi tradisi yang menjadi pengalaman selama beratus-ratus tahun dan sudah menjadi warisan budaya secara turun temurun.
Dewasa ini penggunaan herba sebagai obat telah dilakukan secara lebih modern. Berbagai penelitian ilmiah terhadap kandungan bahan aktif yang terdapat dalam herba telah banyak dilakukan oleh para ilmuwan. Tampaknya pengobatan herba memiliki prospek dan potensi yang cukup bagus untuk dikembangkan di masa yang akan datang. Sebab selain mudah didapat karena bahan bakunya banyak di sekitar kita, pengobatan dengan herba relatif lebih aman dibandingkan dengan obat-obatan berbahan kimia sintetis.
Setiap tumbuhan atau rerumputan pada dasarnya merupakan apotek lengkap yang menyediakan zat-zat penting dengan banyak spesies yang telah diciptakan oleh Allah SWT berdasarkan pada hikmah dan ketetapan-Nya, seperti yang telah tertulis pada Al-quran dan Hadist. Oleh karena itu dalam tulisan ini secara singkat akan dibahas metode terapi herba sebagai alternatif pengobatan penyakit beserta contoh-contohnya yang sesuai dengan ajaran Islam.
Kata Kunci: Obat, Alternatif, Herba, Islam
DIarsipkan di bawah: Makalah | Leave a Comment »